This is your 8th October, Mom :)
Mamaku bukanlah bukanlah seseorang Sarjana Pendidikan, tapi bagiku dia adalah pendidik terbaik yang pernah ada. Mama medidikku dengan caranya, karna dia aku bisa, karna dia aku mengenal dunia ;)
Mamaku bukanlah seseorang Sarjana Ekonomi, tapi bagiku dia adalah seorang manajer dengan kemampuan manajemen terkeren yang pernah ada. Mama me-manage waktukku dan mengajarkan kepadaku untuk menghargai waktu :D
Mamaku bukanlah seorang Sarjana Psikologi, tapi bagiku dia adalah psikolog terhebat yang pernah ada. Hanya dengan melihat gerak-gerikku. Saya senang, Mama tahu. Saya sedih, apalagi. Itu Mamaku :')
Mamaku bukan seorang Sarjana Theologia, tapi bagiku dia adalah pengkhotbah keren yang tidak kalah dengan Pendeta-Pendeta di luar sana. Ketika anaknya mulai menyimpang, dia mengegur dan mengingatkan dengan caranya sendiri :)
Mamaku buka seorang Sarjana Hukum, tapi bagiku dia adalah Advokat terluar-biasa yang pernah ada. Mama tahu siapa yang pantas dan tidak pantas dibela kala kami-anak-anaknya- bertengkar.
Mamaku juga bukan seorang Dokter, tapi bagiku dia adalah dokter tersiaga yang pernah ada. Ya, Dokter terbaik dengan resep tradisional yang unik yang diketahuinya ;)
Mamaku mungkin datang dari latar pendidikan yang biasa-biasa saja, TAPI Bagiku Mama adalah seorang Profesor. Ya, Profesor yang memahami dan mengerti kami, anak-anaknya.
Mamaku mungkin datang dari latar pendidikan yang biasa-biasa saja, TAPI Bagiku Mama adalah seorang Profesor. Ya, Profesor yang memahami dan mengerti kami, anak-anaknya.
Mamaku, ya itu baru sedikit gambaran kecil tentang Mamaku. Wanita Oktober kami yang sangat kami cintai :*
Selamat Ulang Tahun Mama, panjang umur dan sehat selalu. Kebahagiaan dan sukacita itulah yang senantiasa kami usahakan untuk kami berikan kepadamu. Bahkan perpaduan huruf A-Z pun tidak dapat menggambarkan betapa berharganya Mama bagi kami.
Terima Kasih untuk semuanya Mama. You are my Everything :)
Peluk Cium untukmu dari anakmu yang sedang rindu.
God Bless You Mom, My Treasure ♥
God Bless You Mom, My Treasure ♥
SNSD
Ketika mendengar kata SNSD sebagian besar orang pasti akan
langsung membayangkan sosok girlband asal korea yang booming sejak 2007. Namun,
tidak demikian dengan tulisan ini. Ya, saya tidak sedang berbicara megenai
Yoona, Soo Young, Tiffany, Sunny, dkk.
Ini persoalan beda, Kawan. Social Networking Social Distortion, that’s what I
want to talk about.
Berbicara
mengenai social Networking saya menjadi teringat pada masa-masa kejayaan
Friendster. Ya, Friendster di Indonesia bisa diibaratkan Kerajaan Kutai. Yang
pertama dan besar, namun lama kelamaan kehilangan masa kejayaan dan tergantikan
oleh sosial media lainnya. Jika sekarang stalking dilakukan secara diam-diam,
beda halnya pada masa kejayaan Frienster. Saya masih ingat sekali dengan
testimony semacan ini “Just View? Commentnya dong!” Ya, stalking pada masa
Friendster agak sulit dilakukan karena akan ketahuan oleh si empunya Sosial
Media. Tapi bukan berarti di jaman sekarang tidak bisa melakukan hal seperti itu
lho,sudah banyak applikasi yang diciptakan untuk mengetahui siapa yang
mengintip jejaring sosial kita. Padas facebook misalnya, Aplikasi Who’s viewed
my profil sudah taka asing lagi bagi para penggunanya.
Kata “stalking”
mulai populer akhir-akhir ini. Jika saya dapat member definisi, stalking
merupakan kegiatan mengintai kegiatan orang lain secara diam-diam, dan orang
yang melakukan hal tersebut disebut dengan “stalker.” Tak heran banyak orang
yang merasa “terganggu” dengan kegiatan tersebut. Mungkin kita sudah biasa melihat
Facebook dan Twitter yang digembok oleh empunyanya, memang hal itu menurut
mereka baik karena bertujuan untuk menjaga privasi mereka. Namun pertanyaan
yang sering muncul di benak saya adalah, “Kalo begitu nagapain dong bikin
jejaring sosial segala kalo ujung-ujungnya digembok juga? Namanya juga jejaring
sosial, ya tujuannya untuk bersosialisasi dong” Kalo takut di-stalkingin ya
jangan juga kasih informasi yang ekstreem seperti alamat rumah lengkap dengan
nomor telepon. Tapi sejauh ini saya belum nemu orang yang secara detail
memberikan identitas dirinya. Masing-masing dari kita bertanggung jawab atas
diri sendiri dan tau apa yang harus
dibagi dan yang tidak harus dibagi. Ya, tiap orang pasti memiliki alasan
masing-masing atas apa yang dipilihnya.
Di dunia maya,
kita bisa membagi apa yang tidak bisa kita bagi secara langsung kepada banyak
orang di dunia nyata. Status atau tweet yang berfifat informatif dan edukatif
misalnya, atau opini yang dituangkan dalam sebuah tulisan di blog, dan lain
sebagainya. Begitu banyak hal yang bisa dibagi, dan itu tergantung pada pribadi
kita masing-masing yang bersedia berbagi atau tidak.
Tak dapat
dipungkiri sosial media mugkin sudah menjadi salah satu kebutuhan yang harus
dipenuhi oleh beberapa orang, tidak hanya oleh kalangan atas saja, bahkan
kalangan menengah ke bawah pun sudah tidak asing dengan hal yang satu ini.
Mulai dari anak kecil, muda-mudi hingga dewasa atau masyarakat biasa bahkan sampai
kalangan elite sekali pun.
Sosial Networking
pada dasarnya bertujuan untuk menghubungkan antara satu dan lainnya, ya bisa
dibilang sebagai sarana untuk bersosialisasi di dunia maya. Namun, apa jadinya
kalau sarana sosial itu malah menjadi sarana perpecahan? Belakangan ini sudah
ada beberapa kasus penyalahgunaan sosial media. Tweet War yang dilakukan oleh
para selebriti misalnya, hal ini jelas-jelas
merupakan penyalah gunaan sosial media yang ada. Yeah, Aim of Social media is not for social distortion.
Seiring dengan
perkembangan jaman, sosial media yang ada pun menjadi bertambah banyak dan
beragam. Contohnya ada Facebook, Twitter, Plurk, Skype, dan lain sebagainya. Terima
Kasih banyak untuk para penemu sosial media, setidaknya, berkatmu aku bisa membangun jembatan untuk menyapa dengan
idolaku.
Banyaknya sosial
media yang ada pada saat ini tidak menjamin semakin banyaknya relasi antar
sartu orang dan lainnya terjalin, bahkan ada yang malah menjadi sebaliknya.
Oleh karena itu kita harus bijak dalam menggunakan sosial media. Kerukunan
pasti akan terjadi jika kita semua bisa saling menghargai dan menghormati
anatara satu dan lainnya. Ciptakanlah kedamaian, meskipun itu hanya didunia
maya J (JaMur)
Tulip
How many "ups" that you have made?
![]() |
| *Fotonya Amazing Facts* |
Tadi sih lagi iseng-iseng liatin foto-foto yang ada di folder dan eng in eng, saya menemukan gambar yang di atas.
Udah dilihat? Udah dibaca? Dapat pesannya? Kalo gak dapet coba deh baca lagi. Masih gak dapet pesaanya? Yayaya, kata dosen kalo pesannya tidak sampai artinya kesalahan ada pada komunikator. Terus yang salah saya? Gitu? Okey, daripaa ngaler-ngidul gak jelas coba deh dihayati tuh gambarnya.
Dua Dekade Orang BIMA di BIMASAKTI
Ulang tahunnya udah lama lewat Lama banget malah. Tapi itu bukan berarti sudah telat untuk memberikan "kado" pada yang empunya hajat. Namanya YAYU RAHMAWATI MAYANGSARI. Nih dia orangnya :D
Sedikit deskripsi tentang Yayu. Dia Orang Bima, tapi lama di Nabire. Dia anak bungsu dari dua bersaudara.Dia udah jadi Tante dari dua keponakannya yang unyu-unyu (Nabil dan Nabila). Dia teman dikala susah dan senang. Dia anak yang cuek dan masa bodo sama hal-hal yang gak penting. Dia gak suka bawa pusing masalah apapun itu. Dia orang yang rela antree-in DSLRnya demi teman-temannya yang pengen lulus mata kuliah fotografi. Dia yang paling "Indonesia" di antara kita. Dia yang suka kasih "tebegan" (pakai kutip) buat temennya. Dia yang jadi otak sampai akhirnya aku dan yang lainnnya ngebolang samapai Jogja. Dia yang pakai pulsa mamanya untuk telpon teman-temannya dan kumpulin kita dalam suatu "Confrence". Terakhir yang paling saya ingat adalah, Dia yang jadi otak untuk kejutan ulang tahunku yang ke-19 :"). Aku gak pernah lupain itu, hari ulang tahunku yang bertepatan dengan hari kembalinya aku ke perantauan. Hari dimana aku mengira tidak akan ada kejutan, tapi ternyata. They did it. Love ya Guys. Oke sepertinya pembicaraan agak melenceng. Ini bukan ulang tahunku, melainkan dia.
Buat Yayu, tetaplah jadi Yayu yang kami kenal. Berubah ke yang lebih baik boleh, asal jangan ke arah yang jelek. Yayu, sudah kepala dua sekarang. Semakin dewasa ya. Asik. Semoga semua cita-citamu boleh menjadi nyata. Pokoknya semua doa yang bagus-bagus kami aminkan untukmu. See ya at the top of success, sist. Dua dekade umurmu di galaksi Bimasakti ini. Kelak di dua dekade selanjutnya, kami mengenalmu dengan status yang baru. Like a Great Proffesional Public Relations. Amin.
![]() |
| Tiup lilinya :D |
![]() |
| Kue dadakan untuk Yayu |
![]() |
| Cheers !!! |
With pegel-pegel :
Jayanti Izecson Dos Santos Leite :D
Jayanti Izecson Dos Santos Leite :D
Is it a clue, Lord?
JAYANTI
MURNI
MALIA
SIMANJUNTAK
I dunno which one i should choose, Journalistic, Public Relations, or Broadcasting. I've ask HIM and got this clue. There is a word Jurnalis in my name. Should choose it?












